PONOROGO – Momen istimewa terjadi di sela-sela peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia yang bertepatan dengan perayaan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia mendapatkan kesempatan berharga untuk bertatap muka langsung dengan Wakil Menteri Agama RI, Romo Syafi’i.
Dalam diskusi hangat tersebut, Forum MGMP Bahasa Arab yang hadir sebagai wadah pemersatu guru bahasa Arab di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kemendikdasmen, memaparkan visi besar dan berbagai program strategis yang tengah dijalankan.
Wadah Transformasi Guru Bahasa Arab
Ketua Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri sebagai katalisator untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kemampuan siswa di seluruh penjuru negeri.
“Kami hadir untuk melakukan pendampingan dan upgrading kompetensi guru. Ke depan, kami sedang menyiapkan instrumen ukur mandiri, semacam TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) yang dikhususkan untuk memetakan dan meningkatkan standar kualitas guru bahasa Arab di Indonesia,” ungkapnya.
Sinergi Melalui Aplikasi Simmali
Lebih lanjut, Forum MGMP juga memaparkan bahwa data profil guru bahasa Arab saat ini telah terintegrasi secara lengkap melalui aplikasi SIMMALI. Data tersebut menunjukkan bahwa sebaran guru bahasa Arab di bawah naungan Kementerian Agama memiliki jumlah yang signifikan dibandingkan dengan Kemendikdasmen.
Berdasarkan fakta tersebut, Forum MGMP menyampaikan harapan besar agar organisasi ini dapat bernaung secara resmi di bawah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag RI. Langkah ini dinilai krusial agar koordinasi dan pembinaan guru bahasa Arab menjadi lebih terpusat dan optimal.
Respon Positif Wakil Menteri Agama
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, memberikan apresiasi atas dedikasi para guru yang tergabung dalam Forum MGMP. Beliau mendorong agar organisasi ini segera memperkuat landasan hukumnya.
“Segera urus legalitas organisasinya agar pemerintah dapat memberikan dukungan (support) secara maksimal dan berkelanjutan,” tegas Wamenag di hadapan perwakilan forum.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan program kerja yang terukur, bahasa Arab diharapkan tidak hanya menjadi mata pelajaran agama, tetapi juga menjadi bahasa komunikasi internasional yang dikuasai secara unggul oleh generasi muda Indonesia.
Fakta Menarik Pertemuan:
-
Waktu: Bertepatan dengan Hari Bahasa Arab Sedunia & 100 Tahun Gontor.
-
Agenda Utama: Inisiasi standar “TOAFL” bagi guru dan penguatan legalitas organisasi.
-
Data Guru: Pemanfaatan aplikasi Simmali sebagai basis data profil guru nasional.

(3) Comments